MASIGNASUKAv102
6998101287389560820

Menikahlah dengan Orang yang Bersedia Berbeda Pendapat Denganmu

Menikahlah dengan Orang yang Bersedia Berbeda Pendapat Denganmu
Add Comments
9/01/2021

  

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه

(Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh)

Puji Syukur kehadirat Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang telah memberikan Rahmat, Karunia, Taufik dan Hidayah-nya kepada kita semua sehingga kita masih dapat hidup di Dunia ini, serta semoga kita semua selalu mendapat Inayah dan Lindungan dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala. آمِيْن يَا رَبَّ العَالَمِيْنَ “Aamiin ya Rabbal'alamin” ...

 

Shalawat, Salam serta Taslim kepada sang Revolusioner Dunia, Junjungan Alam Nabi Besar Sayyidina Maulana Muhammad Shallawlahu ‘Alaihi Wasallam yang telah membimbing kita dari zaman Kegelapan dan Kebodohan menuju zaman Terang Benerang, sangat jelas perbedaan antara Hak dan Bathil serta penuh dengan Ilmu Pengetahuan seperti saat ini.

 

Pada Artikel ini kami akan membahas mengenai pernikahan; Menikahlah dengan Orang yang Bersedia Berbeda Pendapat Denganmu. Sebelum masuk ke Materi marilah kita membaca Ta‘awuz : أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ “A’udzu billahi minasy syaithonir rojiim” dan Basmalah : بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم “Bismillahirraahmanirrahiim” Agar Bacaan yang dibaca menjadi Berkah dan Bermanfaat. آمِيْن يَا رَبَّ العَالَمِيْنَ “Aamiin ya Rabbal'alamin” ...

 

 

Menikahlah dengan Orang yang Bersedia Berbeda Pendapat Denganmu
Animasi Pasangan Suami Istri Muslim

Orang yang berumah tangga pasti tidak selalu adem-adem saja, sekali-sekali pasti ada masalah yang membuat hubungan menjadi tidak harmonis. Biasalah, orang yang selalu hidup bersama pasti ada gesekan-gesekan yang timbul dari interaksi keduanya. Jadi jika suami-istri sesekali ribut, saling diam-diaman, dan lain sebagainya, itu biasa saja.

 

Namun tidak jarang masalah rumah tangga yang kecil berkembang berlarut-larut, dan jika sudah parah maka akhirnya mereka menempuh jalan keluar: cerai!   Lihatlah data di Pengadilan Agama, alasan paling banyak untuk bercerai adalah “sudah tidak ada kecocokan lagi”. Berita cerai yang paling sering diungkap di media adalah perceraian kaum pesohor (selebriti). Dan, lagi-lagi alasan perceraian yang kita dengar dari mereka adalah: sudah tidak ada kecocokan lagi. Menariknya lagi, gugatan cerai itu paling banyak dilakukan oleh pihak perempuan (istri), istri menggugat cerai suami.

 

Sudah tidak ada kecocokan lagi adalah alasan yang terdengar klise. Kalau mengharapkan cocok 100%  jangan harap bakal ada. Suami dan istri itu adalah dua pribadi yang berbeda, punya karakter dan sifat yang berbeda pula, maka mustahil akan ada kecocokan.

 

Ada ungkapan dari seorang pengusaha sukses, Dewi Motik Pramomo, ketika dia bercerita  tentang 57 tahun pernikahannya. Dia mengatakan, “Enggak ada manusia yang cocok. Jadi, selama ada laki-Laki yang enggak main perempuan, enggak mabok, enggak nabok, enggak judi, ya dicocok-cocokin aja. Perempuan zaman sekarang itu sombong. Kalau merasa dirinya sukses, ada masalah dikit langsung pisah dengan alasan ketidakcocokan. Heh, sampe lebaran monyet juga gak bakal cocok. Cocok-cocokin aja!“.

 

Apa yang dikatakan Dewi Motik di atas ada benarnya. Sampai kapanpun suami-istri itu sulit cocok sepenuhnya. Solusinya adalah dicocok-cocokin saja! Butuh pengorbanan dan rasa saling memahami bagi salah satu pihak. Selama suami atau istri tidak melakukan perbuatan tercela (mabuk, berjudi, selingkuh, KDRT, dll), maka tidak perlu membuat masalah kecil menjadi besar. Jika ada sifat pasangan yang kurang berkenan, ya dimaklumi saja. Istilah Dewi Motik, ya dicocok-cocokin saja!

 

Ada cerita yang datang dari Baginda Nabi Muhammad Shalallahu Alaihissalam

"Mangkuk itu tiba di tangan Baginda Nabi, makanan yang dibuat dengan cinta, kiriman dari salah seorang ummahatul mukminin. Aisyah pun dibakar cmeburu, ditepisnya tangan mulia yang memegang mangkuk itu hingga mangkuknya ajtih dan tumpah isinya.

 

Para sahabat terkejut, sementara Rasulullah memunguti apa yang tertumpah. Seraya tersenyum, berkatalah beliau kepada sahabat, "Ibumu sedang Cemburu". Itu adalah sepenggal kisah rumah tangga yang mulia.

 

Lain lagi kisah yang datang dari Dr. Khalid Umar Al-Dasuqi dalam buku bernas jenaka, Blessing in Disguise. " Seorang tetangga berkata kepada syeikh Juha. " Tadi malam aku mendengar suara kegaduhan. Lalu suara sesuatu tengah menaiki tangga di rumahmu. "Aku dan istriku sedang bertengkar" kata syekh Juha. Ia memukul bajuku hingga ke tanah,  kemudian Ia menaiki tangga. Itulah yang engkau dengar.

"Subhanallah". Seru orang itu tidak percaya, "sampai sebegitukah suara hempasan bajumu"? Syekh Juha berkata "yang didalam baju itu aku".

 

Nah, jika anda mengira keluarga bahagia yang sakinah mawadah warahmah itu adalah keluarga yang adem ayem, hening, sepi dari keributan, anda keliru. Itu hanya terjadi didalam kuburan. Tiada pasangan yang tak pernah beda pendapat, tiada rumah tangga yang sepi dari pertengkaran. Itu hal lumrah, manusiawi.

 

Karena keluarga yang bahagia bukanlah keluarga yang sempurna. Menikahlah dengan orang yang bersedia beda pendapat dengan anda, namun tetap teguh dalam cinta. Tetap memilih bersama anda, bersama-sama hingga ke surga.

 

 

Demikian Artikel mengenai Menikahlah dengan Orang yang Bersedia Berbeda Pendapat Denganmu, kita akhiri dengan membaca Hamdallah : الحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ “Alhamdulillahirabbil ’Alamin”.