MASIGNASUKAv102
6998101287389560820

Penjelasan Lengkap HIV dan AIDS - Asal-usul, HIV/AIDS di Indonesia, Cara Penularan, Prinsip Penularan, Strategic use of arv (Sufa), IMS (Infeksi Menular Seksual), Gejala dan Keluhan HIV/AIDS, serta Pencegahan Penularan HIV/AIDS

Penjelasan Lengkap HIV dan AIDS - Asal-usul, HIV/AIDS di Indonesia, Cara Penularan, Prinsip Penularan, Strategic use of arv (Sufa), IMS (Infeksi Menular Seksual), Gejala dan Keluhan HIV/AIDS, serta Pencegahan Penularan HIV/AIDS
Add Comments
12/06/2019


اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه
(Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh)
Puji Syukur kehadirat Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang telah memberikan Rahmat, Karunia, Taufik dan Hidayah-nya kepada kita semua sehingga kita masih dapat hidup di Dunia ini, serta semoga kita semua selalu mendapat Inayah dan Lindungan dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala. آمِيْن يَا رَبَّ العَالَمِيْنَ “Aamiin ya Rabbal'alamin” ...

Shalawat, Salam serta Taslim kepada sang Revolusioner Dunia, Junjungan Alam Nabi Besar Sayyidina Maulana Muhammad Shallawlahu ‘Alaihi Wasallam yang telah membimbing kita dari zaman Kegelapan dan Kebodohan menuju zaman Terang Benerang, sangat jelas perbedaan antara Hak dan Bathil serta penuh dengan Ilmu Pengetahuan seperti saat ini.

Pada Artikel ini kami akan menjelaskan secara lengkap mengenai HIV dan AIDS - Asal-usul, HIV/AIDS di Indonesia, Cara Penularan, Prinsip Penularan, Strategic Use of Arv (Sufa), IMS (Infeksi Menular Seksual), Gejala & Keluhan HIV/AIDS, serta Pencegahan Penularan HIV/AIDS. Sebelum masuk ke Materi marilah kita membaca Ta‘awuz : أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ “A’udzu billahi minasy syaithonir rojiim” dan Basmalah : بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم “Bismillahirraahmanirrahiim” Agar Bacaan yang dibaca menjadi Berkah dan Bermanfaat. آمِيْن يَا رَبَّ العَالَمِيْنَ “Aamiin ya Rabbal'alamin” ...


HIV DAN AIDS
HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyerang dan bertahap merusak sistem kekebalan tubuh dan berkembang menjadi AIDS.

AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) adalah sekumpulan tanda atau gejala berat dan kompleks yang disebabkan oleh penurunan respon immunitas tubuh. Namun, “HIV tidak sama dengan AIDS”.


ASAL-USUL AIDS
Tidak diketahui persis darimana dan kapan tepatnya HIV/AIDS muncul. Berdasarkan pemeriksaan, darah tertua yang terinfeksi HIV di Amerika adalah darah tahun 1969. Di Afrika, darah tahun 1959. Akhir 1970-an, diperkirakan HIV sudah berkembang dan meluas di daerah Sub Sahara Afrika. Semua ilmuwan setuju bahwa kasus pertama AIDS adalah laporan Gottlietb dkk di Los Angeles pada 5 Juni 1981.


HIV/AIDS DI INDONESIA
Jumlah kasus HIV dan AIDS pertahun sampi dengan Maret 2017  (Sumber: Laporan HIV/AIDS Triwulan I 2017, Kemenkes).

 Gambar Grafik Jumlah kasus HIV dan AIDS  di Indonesia
Gambar Grafik Jumlah kasus HIV dan AIDS  di Indonesia

 Gambar Penelusuran Kasus Awal HIV/AIDS di Indonesia
Gambar Penelusuran Kasus Awal HIV/AIDS di Indonesia

Dimana HIV berada? HIV Hidup dalam  Darah, Cairan vagina, Cairan mani dan cairan pre-cum/getah penis, dan Air susu ibu yang tertular HIV.

Apa semua cairan tubuh bisa menularkan HIV/AIDS? Cairan tubuh yang tidak mengandung HIV pada penderita HIV positif adalah:
1.        Air liur/air ludah/saliva
2.        Feses/kotoran/BAB/tinja
3.        Air mata
4.        Air keringat
5.        Urine/air seni/air kencing/air pipis


CARA PENULARAN HIV/AIDS
1.        Darah yang tercemar dengan melalui  transfusi darah, jarum suntik, alat tindik, dan alat tato/alat peluka lain,
2.        Hubungan seksual tidak aman  (Homoseksual, Heteroseksual, Biseksual) yaitu dengan genital (kelamin dengan kelamin), Oral (mulut dengan mulut), dan Anal (dubur dengan dubur)
3.        Ibu positif ke bayi (Kehamilan, Kelahiran, dan Pemberian air susu ibu)

Gambar Rantai Penularan HIV
Gambar Rantai Penularan HIV

Apakah hubungan sosial biasa dapat menularkan HIV?
1.        Tahap Serokonversi : infeksi awal, belum ada antibody
2.        Tahap Asimtomatik : belum ada gejala yang dirasakan
3.        Tahap Simtomatik : Mulai merasakan gejala : Infeksi Oportunistik

Bagaimana perjalanan infeksi HIV/AIDS jika Tertular ?

Periode Jendela
(3-6) bulan
HIV+
(3-10-15) tahun
AIDS
(1-2) tahun
2-3 minggu terinfeksi
Tanpa gejala
Gejala
Gejala seperti flu
Aktivitas normal
Diare, berat badan turun, demam, gangguan saraf, paru, kulit, mulut, dan lain-lain.


PRINSIP PENULARAN HIV/AIDS
1.        Exit ( Virus harus keluar dari tubuh orang yang terinfeksi HIV)
2.        Survive (Virus harus bertahan hidup diluar tubuh (<4 jam)
3.        Sufficient (Jumlah virus harus cukup untuk dapat menginfeksi
4.        Enter (Ada jalan masuk virus ke dalam tubuh)


STRATEGIC USE OF ARV (SUFA)
1.        Terapi ARV sebagai pencegahan dan pengobatan
2.        Strategi untuk meningkatkan cakupan tes HIV dan terapi ARV

TEMUKAN
“Peningkatan Tes”
OBATI
Pemberian ARV tanpa mempertimbangkan jumlah CD4
PERTAHANKAN
“Meningkatkan retensi ART”

·      Ibu hamil
·      Bayi/anak lahir dari ibu HIV
·      Pasien IMS
·      Pasien TB
·      Pasien Hepatitis
·      Pasangan ODHA
·      Populasi Kunci : WPS, LSL, TG, Penasun, WBP
·      Semua orang yg tinggal di daerah epidemi meluas
·      Ibu Hamil HIV (ODHA Hamil)
·      Bayi/Anak HIV
·      ODHA - TB
·      ODHA - Hepatitis
·      ODHA – pasangan negatif (Serodiscordant)
·      ODHA Populasi Kunci (PS, Penasun, LSL TG Waria)
·      Semua ODHA di daerah epidemi meluas
·      Konseling adherence
·      Peningkatan koordinasi
·      Peran aktif ODHA dan keluarga
·      Strategi komunikasi
·      Dukungan  ODHA
·      Kartu Pasien beregister nasional diisi lengkap
·      Ikhtisar Perawatan diisi lengkap

Tes HIV adalah satu-satunya cara untuk mengetahui status seseorang. Jenis tes HIV antara lain :
1.        Rapid test
2.        Elisa
3.        Western Blood


IMS (INFEKSI MENULAR SEKSUAL)
1.        Merupakan penyakit yang salah satu penularannya melalui hubungan seksual.
2.        IMS = pintu masuk HIV
3.        Dengan adanya IMS, HIV dapat lebih mudah menular karena adanya cairan tubuh atau darah pada luka IMS.


GEJALA & KELUHAN HIV/AIDS
1.        Infeksi Opportunistik
Dermatitits Seboroik
Dermatitits Seboroik

2.        Dermatofitosis
Tinea Corporis

Tinea Cruris

3.        Onikomikosis
Proksimal (Khas)
Proksimal (Khas)

Distal
Distal

4.        Kelitis Angularis
Kelitis Angularis

 Kelitis Angularis

5.        Herpes Zoster
Herpes Zoster 

Herpes Zoster

6.        PPE (Palpular Pruritic Eruption)
PPE (Palpular Pruritic Eruption) 

PPE (Palpular Pruritic Eruption)

7.        Oral Hairy Leukoplakia’(OHL)
Oral Hairy Leukoplakia’(OHL)

Oral Hairy Leukoplakia’(OHL)

8.        Herpes Simpleks (Lebih dari satu bulan)


9.        Wasting
Wasting 

Wasting

10.    Gejala Klinis Yang Ditemukan Pada ODHA

Gejala Klinis Yang Ditemukan Pada ODHA


Apakah HIV Bisa Sembuh?
HIV tidak bisa sembuh . IO yang sembuh. Tapi orang dengan HIV positif bisa hidup sehat  dengan minum ARV secara teratur sehingga vIrus nya tersuspensi atau Tertekan.

Semua pasien  yang terdiagnosa HIV, diberikan obat ARV, tanpa melihat stadium klinis maupun nilai CD4
Selalu gunakan minimal kombinasi tiga obat  antiretroviral.


Tenofovir Disoproxyl Fumarate (TDF)
Tenofovir Disoproxyl Fumarate (TDF)

TDF + Emtricitabine (FTC)
TDF + Emtricitabine (FTC)

Lamivudine (3TC)
Lamivudine (3TC)

Zidovudine (AZT/ZDV)
Zidovudine (AZT/ZDV)

AZT + 3TC
AZT + 3TC

Stavudine (d4T)
Stavudine (d4T)

Nevirapine (NVP)
Nevirapine (NVP)

Efavirenz (EFV)
Efavirenz (EFV)

TDF + 3TC + EFV
TDF + 3TC + EFV

Didanosine (ddI)
Didanosine (ddI)

Lopinavir/ritonavir (Aluvia)
Lopinavir/ritonavir
(Aluvia)



HIV dan AIDS dapat dicegah melalui:
1.        Menggunakan kondom untuk seks yang penetratif
2.        Tidak berbagi jarum suntik dan perlengkapan menyuntik
3.        Perawatan HIV bagi ibu yang positif, mengganti ASI dengan susu formula jika memungkinkan.
4.        Meneliti darah dan produk darah


Pencegahan Penularan HIV/AIDS
1.        A = Anda jauhi hubungan seks bebas atau diluar nikah (Abstinence)
2.        B = Baku setia pada pasangan yang sah atau satu pasangan saja (Be faithful)
3.        C = Cegah dengan kondom (Condom)
4.        D = Dan jangan menggunakan jarum suntik yang tidak steril yang digunakan untuk menyuntik NAPZA (Drugs)



Demikian Artikel mengenai Penjelasan Lengkap HIV dan AIDS - Asal-usul, HIV/AIDS di Indonesia, Cara Penularan, Prinsip Penularan, Strategic Use of Arv (Sufa), IMS (Infeksi Menular Seksual), Gejala dan Keluhan HIV/AIDS, serta Pencegahan Penularan HIV/AIDS, kita akhiri dengan membaca Hamdallah : الحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ “Alhamdulillahirabbil ’Alamin”.