MASIGNASUKAv102
6998101287389560820

Penjelasan Lengkap Bahaya Kembang Api

Penjelasan Lengkap Bahaya Kembang Api
Add Comments
12/31/2020

 

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه

(Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh)

Puji Syukur kehadirat Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang telah memberikan Rahmat, Karunia, Taufik dan Hidayah-nya kepada kita semua sehingga kita masih dapat hidup di Dunia ini, serta semoga kita semua selalu mendapat Inayah dan Lindungan dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala. آمِيْن يَا رَبَّ العَالَمِيْنَ “Aamiin ya Rabbal'alamin” ...

 

Shalawat, Salam serta Taslim kepada sang Revolusioner Dunia, Junjungan Alam Nabi Besar Sayyidina Maulana Muhammad Shallawlahu ‘Alaihi Wasallam yang telah membimbing kita dari zaman Kegelapan dan Kebodohan menuju zaman Terang Benerang, sangat jelas perbedaan antara Hak dan Bathil serta penuh dengan Ilmu Pengetahuan seperti saat ini.

 

Pada Artikel ini kami akan menjelaskan secara lengkap tentang Bahaya Kembang Api. Sebelum masuk ke Materi marilah kita membaca Ta‘awuz : أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ “A’udzu billahi minasy syaithonir rojiim” dan Basmalah : بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم “Bismillahirraahmanirrahiim” Agar Bacaan yang dibaca menjadi Berkah dan Bermanfaat. آمِيْن يَا رَبَّ العَالَمِيْنَ “Aamiin ya Rabbal'alamin” ...

 

 

Kembang Api

Kembang api merupakan sebuah peledak. Tetapi daya ledak yang ditimbulkan kembang api, termasuk  rendah. Di beberapa negara, kembang api digunakan saat perayaan besar, seperti pergantian tahun, penyambutan hari raya, atau penutup sebuah acara besar.

 

 

Bahan Kimia pada Kembang Api

Kembang api biasanya menghasilkan warna-warna yang bagus. Ternyata, warna-warna tersebut dihasilkan dari bahan kimia. Berikut adalah daftar bahan kimia yang menghasilkan warna pada kembang api:

1.        Alumunium (Al), menghasilkan warna perak dan putih kerlap-kerlip.

2.        Barium (Ba), menghasilkan warna hijau.

3.        Garam Kalsium, menghasilkan warna oranye.

4.        Tembaga (Cu) menghasilkan warna biru.

5.        Magnesium (Mg), menghasilkan warna putih terang.

6.        Natrium (Na), menghasilkan warna kuning.

7.        Stronsium (Sr), menghasilkan warna merah.

 

Selain bahan di atas, ada juga bahan lain yang berguna untuk memperindah ledakan kembang api. Titanium (Ti) akan menghasilkan kilatan perak. Seng (Zn) yang akan menghasilkan efek asap pada ledakan kembang apai. Kalsium (Ca) akan memperdalam warna kembang api, dan Besi (Fe) berguna untuk menghasilkan kilatan cahaya.

 

 

Bahaya Kembang Api

Ternyata penggunaan kembang api dan petasan turut menyumbang polusi udara. Perlu diketahui, kembang api tersusun atas lima komposisi utama, yaitu binder, oksidator, reduktor, agen pemberi warna, dan regulator.


Binder adalah senyawa kimia yang digunakan untuk mengikat seluruh bahan kembang api sehingga menjadi sebuah campuran berbentuk pasta. Biasanya, yang digunakan adalah senyawa dextrin. Senyawa ini jika terhirup bisa mengiritasi sistem saluran pernapasan.

 

Sementara pada regulator, terdapat logam berat guna mengatur kecepatan terjadinya reaksi pada kembang api. Partikel logam berat ini sangat berbahaya dan memicu kanker jika tertelan. Oksidator diperlukan sebagai penghasil oksigen untuk memulai proses pembakaran. Bahan oksidator yang biasa dipakai adalah senyawa kimia dari golongan nitrat, klorat, ataupun perklorat.

 

Sisa pembakaran klorat dan perkolarat akan terbang di udara ketika kembang api meledak. Jika terhirup, perklorat akan terserap oleh kelenjar tiroid. Zat tersebut kemudian mempengaruhi produksi hormon tiroid yang bertugas menjaga dan mengatur metabolisme tubuh.

 

Berbeda lagi dengan reduktor. Reduktor bereaksi dengan oksigen yang dihasilkan oleh oksidator membentuk gas yang bertemperatur tinggi sehingga pancaran kembang api terlihat lebih indah seperti gerakan cantik air mancur. Reduktor yang dipakai pada kembang api, biasanya adalah belerang dan karbon. Sisa pembakaran belerang juga berbahaya bagi tubuh jika terhirup.Keindahan warna-warni api yang muncul berasal dari nyala kembang api. Warna-warni tersebut berasal hasil dari pembakaran unsur-unsur kimia seperti magnesium, kalsium, strontium, barium, kalium, dan natrium.

 

Dibuktikan oleh penelitian Alison Tomlin dan rekan-rekannya di Universitas Leeds Tomlin menunjukkan bahwa pembakaran tidak sempurna akibat  kembang api yang terbuka bisa mengarah pada peningkatan jumlah partikel di atas konsentrasi sehari-hari di udara dari pada yang hanya disebabkan oleh emisi kendaraan. Imbasnya, partikel-partikel  itu tak hanya menggangu kesehatan manusia, melainkan kondisi iklim juga. Biasanya pesta kembang api mulai dinyalakan sejak siang har hingga malam hari. Berapa banyak partikel bahan kimia di udara yang melayang. Jika orang yang berada di ruangan terbuka dan menyaksikan pesta kembang api itu dari awal sampai selesai,kemungkinan bisa langsung berdampak pada tubuhnya karena banyaknya partikel yang terhirup.

 

Selain polusi udara, ada juga kembang api yang memiliki efek peledakan tidak sempurna. Seperti yang dilansir dari detik.com bahwa penyusunan bahan-bahan atau komposisi kembang api yang tidak tepat atau benar akan menyebabkan sebuah ledakan yang tidak sempurna. Jadi, ledakan bisa terjadi secara langsung di tangan pengguna seketika kembang api dinyalakan. Seperti yang pernah terjadi di Perancis, ledakan kembang api di Gereja Meksiko berdampak pada tewasnya delapan orang termasuk dua anak dan ledakan pabrik kembang api di Tangerang menyebabkan lebih dari 40 karyawan pabrik tewas.

 

 

Demikian Artikel mengenai Penjelasan Lengkap Bahaya Kembang Api, kita akhiri dengan membaca Hamdallah : الحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ “Alhamdulillahirabbil ’Alamin”.